Ari Muladi image

Baru saja saya membaca surat kabar tentang tersangka kasus percobaan suap yang merintangi penyidikan KPK yaitu Ary muladi akhirnya di tahan.Menurut pengacaranya,KPK menilai sudah cukup bukti untuk menahan Ary Muladi.

“Ary Muladi hari ini resmi di tahan selama 20 hari di Rutan Salemba,”ujar pengacara Ary,Sugeng Teguh Santoso,pada kamis 9 desember sore di gedung KPK,jakarta selatan.

Sebelumnya Ary tidak hadir pada 2 desember 2010.Ary yang di duga menghalangi penyidikan KPK terhadap tersangka Anggoro Wijojo,akhirnya datang untuk di periksa sebagai tersangka.

Ary Muladi mulai di periksa sejak pukul 10.30 WIB.ia datang mengenakan kemeja biru.Saat keluar sekitar pukul 16.30 WIB,Ary menutup mulutnya dengan masker dan langsung bergegas menuju mobil tahanan.

Menurut Sugeng,selama pemeriksaan Ary menolak memberikan jawaban.”Tadi mengambil sikap dalam menggunakan haknya untuk diam.itu di jamin oleh undang-undang,”ujarnya.

Ia menjelaskan,selain di jamin oloeh undang-andang,Ary menolak memberikan jawaban terkait dengan vonis terhadap Anggodo Widjaya.Anggodo di bebaskan dari pasal 21 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi(Tipikor) soal upaya menghalang-halangi penyidikan.

Sementara itu,Ary tetap disangka dengan pasal tersebut,ditambah pasal 15 tentang permufakatan jahat.Padahal,kata Sugeng,Ary sudah pernah di tahan di Mabes Polri selama 59 hari terkait pasal 15 ini.”Jadi,Ary merasa hak asasinya di langgar karena di tahan sampai dua kali,”lanjut Sugeng.

Kendati demikian,Sugeng menyatakan bahwa bungkamnya Ary bukan menjadi alasan KPK melakukan penahanan.KPK menahanya karena sudah memiliki bukti kuat soal pelanggaran pasal 21 dan 15 yang dilakukan Ary.Dalam sidang nanti Sugeng menjanjikan,Ary akan memberikan semuanya.

Kasus yang menjerat Ary Muladi ini bermula pada 2008.Saat itu,ia di duga menjadi pelantara yang rencananya membantu Anggodo Widjaya untuk menyuap pimpinan KPK.penyuapan itu terkait kasus korupsi pengadaan sistem komunikasi pengadaan radio terpadu di Denpasar temen kehutanan yang menjerat Anggoro Widjaya-kakak Anggodo yang juga direktur PT Masaro Radiocom.

Ary sempat menandatangani berita acara peristiwa (BAP) saat di periksa di Mabes Polri.Di dalamnya menyatakan bahwa ia menyerahkan secara langsung uang suap kepada pimpinan KPK,di antaranya Bibit Samat Riyanto dan Chandra Hamzah.

Akibat pengakuan Ary ini Bibit dan Chandra sempat di jadikan tersangka oleh kepolisian.Belakangan,Ary mencabut peryataan dalam BAP tersebut dan mengatakan bahwa bukan dia yang memberikan dana langsung ke pimpinan KPK.

Jubir KPK,Johan Budi,membenarkan penahanan ini.Menurutnya,Ary di sangkakan pasal 21 dan atau pasal 15 UU Tipikor juncto pasal 55 KUHP.

Mengenai di bebaskanya Anggodo dari pasal 21 menurut Johan,hal tersebut masih di ajukan kasasinya oleh KPK.Karenanya,mereka tetap mengenakan pasal tersebut kepada Ary Muladi.”Untuk Anggoro Widjaya,KPK masih kasasi.Prosesnyakan masih berlangsung,makanya kami sangkakan juga kepada Ary Muladi.

Mengenai pencabutan BAP oleh Ary Muladi yang menyelamatkan muka KPK,kata Johan,mererka menyerahkan pada hakim.Itu menjadi pertimbangan jika bisa meringankan hukuman terhadap Ary Muladi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s