Kekalahan menyakitkan atas Malaysia dengan skor 0-3 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Selangor, Ahad (27/12) lalu, tak dilupakan para pendukung tim nasional (timnas) Indonesia. Apalagi, dalam laga itu, terlihat bahwa suporter tuan rumah ‘meneror’ pemain Indonesia dengan sorotan sinar dari pena laser.

Maka, menjelang laga akhir final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (29/12), berbagai cara disiapkan untuk membalas tragedi Bukit Jalil itu. Salah satunya, ganti ‘meneror’ pemain Malaysia.

Kali ini, bukan dengan tembakan sinar laser dari jarak jauh seperti yang dilakukan suporter Malaysia di Bukit Jalil. Suporter Indonesia lebih memilih metode jarak dekat dengan menyambangi langsung Hotel Sultan di Senayan, Jakarta Pusat, tempat para pemain kedua tim nasional menginap.

Ratusan suporter Indonesia sejak Rabu siang memenuhi depan lobi hotel yang menghadap ke kompleks Gelora Bung Karno. Pada pukul 16.45 WIB, para pemain timnas Malaysia keluar dari hotel bersama pelatih Krishnasamy Rajagobal dan para ofisial tim. Mereka langsung disambut teriakan dan cemoohan dari suporter Indonesia. “Biar saja, biar mental mereka down,” ujar Wawan (30 tahun), salah seorang suporter yang ditemui Republika.

Puluhan polisi berjaga-jaga di lobi hotel. Enam kendaraan lapis baja polisi dikerahkan untuk membawa tim nasional Malaysia menuju stadion. Teror tak berhenti hanya di mulut. Para suporter Indonesia kembali memukuli kendaraan lapis baja polisi dengan helm serta meraung-raungkan mesin sepeda motor.

Sebelumnya, bomber tim nasional Indonesia, Cristian Gonzales, sempat juga turun ke lobi hotel bersama anak dan istrinya. Namun, melihat kerumunan massa di depan lobi, Cristian kembali naik ke kamar setelah sempat bersitegang dengan petugas hotel. Timnas Indonesia akhirnya keluar hotel seperempat jam setelah para pemain Malaysia. Bambang Pamungkas dkk pun mendapat sambutan nyanyian ‘Garuda di Dadaku’ dari para pendukung fanatik tim Garuda.

Bagi timnas Malaysia, sajian ‘teror’ utama telah menanti. Lebih dari seratus ribu pendukung tim nasional Indonesia sudah mengepung kompleks Gelora Bung Karno, terutama di seputaran stadion utama. Bahkan, banyak suporter yang datang sejak pagi. Ketika Rajagobal berniat mengecek kondisi stadion, para suporter Indonesia yang sudah menduduki tribun penonton meneriakinya maling.

Beruntung, panitia dan polisi telah melakukan pencegahan dengan memperketat pemeriksaan atas setiap penonton agar tidak membawa barang-barang terlarang seperti petasan dan pena laser. “Kesel banget liat pemain kita dilaserin. Kalo dibolehin sama panitia, saya pasti balas dendam laserin pemain Malaysia hari ini,” kata Andi Purnomo dari Bandung. Dia datang bersama 40 tetangga striker Cristian Gonzales yang tinggal di perumahan wilayah Buah Batu, Bandung Selatan.

Senada dengan Andi, Ratna (21), yang datang bersama beberapa teman kampusnya di Bina Sarana Informatika, Depok, juga berharap dapat membalas perlakuan yang diterima pemain timnas saat bermain tandang kemarin. “Kalau perlu pakai lampu tembak, biar enggak ngeliat sekalian tuh pemain Malaysia. Emang enak apa, main serius digangguin penonton? Pas mereka main di GBK, emang ada penonton kita yang gangguin mereka?” sembur Ratna.

Untunglah, sekalipun kesal dengan kelakuan superter Malaysia, Ratna tidak ingin bertindak anarkis kepada suporter Malaysia yang akan hadir di GBK. “Kita kan ke sini untuk menunjukkan nasionalisme kita. Bukan anarkisme,” ujarnya.

Andi juga berharap, jika memang Indonesia harus kembali kalah dari Malaysia, tidak terjadi apa pun antarkedua pendukung timnas. “Tunjukinlah ke mereka kalau kita bangsa yang bermartabat. Siap menang siap kalah. Enggak perlu laser-laseran.”

Oh ya, ngomong-ngomong, ke mana para pendukung timnas Malaysia? Sampai menjelang laga digelar, Republika belum melihat satu pun tampak pendukung Malaysia. Dari sekitar 76.871 tiket yang dijual, PSSI telah menyiapkan sekitar 5.000 tiket bagi pendukung Malaysia. Namun, apakah mereka berani datang ke Stadion GBK di tengah kepungan suporter Indonesia?

Kantor berita Malaysia, Bernama, memberitakan, sekitar 300 fan fanatik tim Harimau Malaya bakal berangkat ke Stadion GBK. Mereka dikumpulkan oleh organisasi pendukung klub seperti Selangor Fan Club (SSFC) dan Gerbang Tempur Penyokong Bola Sepak Malaysia (Ultras Malaya) berangkat ke Jakarta, Selasa (28/12).

Mereka mengaku tak khawatir potensi gesekan dengan pendukung fanatik tim Garuda. Presiden SSFC Mohd Nasir Mohd Yunus mengatakan, para pendukung yang datang dari seluruh wilayah Malaysia ini siap menghadapi risiko apa pun demi memberi dukungan kepada timnas. “Kami tak khawatir karena gesekan kemungkinan hanya berlangsung selama pertandingan, tak akan melebar ke mana-mana sampai luar stadion,” kata Nasir.

Sebagian pendukung timnas Malaysia di Jakarta memilih menyaksikan pertandingan dari jauh. Salah satunya mengikuti nonton bareng di Kedutaan Malaysia di Kuningan, Jakarta Selatan. “Ini tertutup untuk media massa,” kata Ahmad, petugas keamanan kantor Kedubes Malaysia.

Rencananya, ujar Ahmad, acara tersebut bakal dihadiri duta besar Malaysia beserta staf kantor kedutaan. Ia juga menerangkan, daftar tamu sudah dicatat oleh pihak kepolisian untuk kepentingan pengamanan. Sekitar 10 polisi memang tampak berjaga-jaga di depan kedutaan.  fernan rahadi/c41/agung p vazza/indah wulandari ed: rahmad budi harto            ( Republika)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s