Mental bertanding skuad Real Mataram FC kembali jadi sorotan.Kegagalan anak asuh Jose Horacio Basualdo mengontrol emosi membuat tim berjuluk The Reds Army itu kandas 1-2 di tangan Persibo Bojonegoro,kemarin.

Kegagalan itu menambah panjang kegagalan Basualdo menjinakkan pelatih lokal. Pada laga itu dua punggawa Real Mataram Zainul Arif dan Imam Sapii diusir wasit setelah menerima kartu merah.Kartu merah itu menambah kelam catatan armada Basualdo selama berkiprah di Kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI).Sebab,dari 10 laga yang dilakoni,Real Mataram telah mengantongi tujuh kartu merah. Rekor kartu untuk The Reds Armydipegang gelandang bertahan Ali Machrus.

Pemain bernomor punggung 13 itu mengoleksi tiga kartu merah yang didapat saat menjamu Bali De Vata (16/1),lalu saat menantang Aceh United (6/2),dan terakhir saat menjamu Persebaya 1927 FC (20/3).Empat kartu merah lainnya dikantongi gelandang Rhyung Thae Phyo saat menantang Cendrawasih Papua (22/1),lalu ki44.2%assar (12/2), dan Zainul Arif serta Imam Sapi’i saat menantang Persibo Bojonegoro (27/3).

Arsitek Basualdo harus segera membenahi problem ini.Koleksi 10 kartu merah dari tujuh laga menjadi catatan serius The Reds Army. Problem ini menjadi pekerjaan rumah sangat berat yang harus segera dituntaskan Basualdo. Pasalnya,awal pekan depan Real Mataram harus kembali melawan tim tangguh. Kali ini giliran Ksatria XI Solo FC yang bakal bertandang ke Stadion Maguwoharjo, Sleman.Jika Basualdo gagal melakukan pembenahan,tidak mustahil tim ini bakal menjadi tim yang dikenal akibat koleksi kartu merahnya yang tak terkendali.

“Kami akui mental anak-anak masih sangat labil.Mereka gagal meredam emosi. Akibatnya fatal karena kami kalah setelah anak-anak mengantongi kartu merah.Ini juga menjadi catatan buruk kami selama berkiprah di Kompetisi LPI,”kata Kusnadi, manajer Real Mataram. Dia mengatakan timnya bakal melakukan evaluasi serius,terutama terkait mental pemain.Dia tak ingin pemainnya terus mendapatkan kartu merah karena akan merugikan tim.“Kami akan evaluasi total.

Terutama soal mental.Kami pernah melakukannya beberapa laga sebelumnya,tapi kembali kambuh di Bojonegoro,”ujar Kusnadi. Dia mengatakan timnya memiliki cukup waktu melakukan pembenahan sebelum menjamu Solo FC awal pekan depan.Mental bertanding Supriyanto dkk bakal kembali ditempa agar bisa lebih sabar mengendalikan emosi.“Mereka pemain muda,masih perlu banyak belajar.Kami akan maksimalkan siswa waktu yang ada untuk melakukan pembenahan,”tandasnya. sumber. seputar indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s