Anggota komisi I dari Fraksi PAN, M Najib mendesak kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri untuk bertindak lebih tegas dalam hal perseteruan yang terjadi di Libya.

Menurut Najib, apa yang terjadi di Libya tidak hanya perkara menyelamatkan warga sipil, tapi juga karena ada faktor ketersediaan energi yang begitu besar, sehingga membuat pasukan koalisi tergiur untuk melakukan operasi militer di Libya.

“Namun kita bisa lihat, untuk konflik di Palestina atau konflik di Somalia atau negara lain yang memiliki sumber energi yang sedikit, tidak ada intervensi,” kata Najib.

Dirinya berharap agar Indonesia dapat berperan dan berada di posisi yang begitu strategis, dan melontarkan pernyataan strategis yang jelas dan tegas. “Saya ingin menyampaikan bahwa Kemenlu harus secara tegas, gencatan senjata harus dilakukan. Seperti tadi kata pimpinan, ini bisa menjadi Irak kedua,” kata Najib.

Sementara, Anggota komisi I dari Fraksi PKS, Gamari Sutrino mengatakan bahwa dirinya belum melihat upaya kongkrit dari pemerintah untuk menghentikan perang di Libya melalui PBB. “Kami mendesak pemerintah untuk melakukan hal itu. Pemerintah juga seharusnya mengambil alih kondisi di Libya,” Tegas Gamari. Rev.suaramerdeka cybernews.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s