dunia mono

Akibat kecelakaan pesawat jenis Xian MA60 diperkirakan 25 korban tewas dalam insiden tersebut. Ke-25 korban tewas itu terdiri atas 21 penumpang dan 4 awak pesawat. Dari 21 penumpang tadi, 18 orang dewasa, 2 anak-anak, dan 1 bayi. Pesawat na’as tersebut jatuh di perairan Kaimana, Papua Barat.

Sebelumnya sejumlah maskapai di beberapa negara yang menggunakan pesawat buatan China tesebut juga pernah mengalami masalah serupa jadi kecelakaan pesawat jenis Xian MA60 ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja.

Pada 11 Januari 2009, Zest Airways Penerbangan 865, Xian MA60 dengan 22 penumpang dan 33 awak, mengalami undershot di landasan pacu 06 ketika mendarat di Bandar Udara Godofredo P. Ramos, Filipina. Kecelakaan itu terjadi saat pesawat membelok tajam ke kiri dan menyentuh landasan pacu setelah benturan sebelumnya dan menabrak tembok beton dan merusak hidung pesawat.

Akibatnya, roda pendarat dan baling-baling pesawat mengalami kerusakan parah. Tiga orang terluka. Namun, akibat kecelakan itu tidak ada korban jiwa.

Sedangkan pada 25 Juni 2009, masih pada pesawat yang sama dengan membawa 54 penumpang dan 5 awak pesawat, mengalami overshot saat mendarat di Bandar Udara Godofredo P. Ramos. Akibat kejadian ini tidak ada korban jiwa.

Sementara pada 3 November 2009, Xian MA60 UM-239 milik Air Zimbabwe menabrak 5 babi hutan saat lepas landas dari Bandar Udara Internasional Harare. Proses lepas landas berhasil dihentikan namun bagian lambung bawah rusak, menyebabkan kerusakan serius pada pesawat di Zimbabwe itu.

Terakhir, pesawat jenis MA60 mengalami kecelakaan dan jatuh di perairan utara Bandar Udara (Bandara) Utarom atau Bandara Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
.
Sebelumnya, pemakaian pesawat Xian MA 60 sempat dipermasalahkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Sejarah pesawat itu memang penuh perdebatan. Saya menolak sejak awal karena tak bersertifikat FAA (Federal Aviation Adminstration ) Amerika Serikat  dan pesawat tidak memiliki track record,” kata Kalla.

Namun, Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan,  Bambang S. Ervan menegaskan bahwa pesawat jenis Xian MA60  milik Merpati yang jatuh di Kaimana, Papua laik terbang. “MA60 itu kan pesawat yang sudah mendapat sertifikat dari  China. Pesawat tersebut sudah melalui proses uji coba yang  sesuai dengan produser dari pabrikan pesawat tersebut di China.  Kalau sudah dikeluarkan sertifikat berarti pesawat tersebut laik  terbang,” ujar Bambang

Selain dipakai di Indonesia dan China, maskapai di Myanmar, Kirzigstan, Zambia, Laos dan Filipina juga menggunakan pesawat tersebut dan saat ini Merpai Airlines telah memiliki kurang lebih 15 pesawat buatan China tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s